- Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui Live Info Haji
- Tampil memukau, Kontingen Kotabaru ikuti Pawai Taaruf MTQ Nasional ke-37 tingkat Kalsel
- Wujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pemkab Kotabaru gelar seminar Regional se - KalSel
- Indocement Tarjun Latih Karyawan dan Stakeholder Terkait Penyelamatan di Ruang Terbatas
- Perenang Muda Kalsel Sabet Dua Medali di A-Stream Open Water Swimming Bali 2026
- Ratusan Gamer Ramaikan Axis Cup 2026, ESI Kalsel Dorong Regenerasi Atlet Esports
- 516 Siswa RA-MI Maarif NU Kalsel Diwisuda, Gubernur Kalsel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
- Lokakarya Tari Topeng Srikandi Jadi Upaya Taman Budaya Kalsel Revitalisasi Topeng Banjar
- RSUD Ulin Perkuat Transformasi Pelayanan Kesehatan Lewat Forum Konsultasi Publik
- Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dilaksanakan di Kotabaru
Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan
.jpg)
Keterangan Gambar : Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi saat doorstop dengan awak media
Borneopos.com, Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi menyatakan, pihaknya terus bekerja sama dalam mengembangkan statistik hayati lewat data kependudukan.
Baca Lainnya :
- Kepala BPSDM Kemendagri dan UI Bahas Kerja Sama Peningkatan Kapasitas ASN Dan Anggota DPRD0
- Kemendagri Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Layanan Pengaduan Pemda0
Ini bertujuan meningkatkan nilai manfaat dari data kependudukan dengan mengintegrasikannya dalam peta tematik Geographic Information System (GIS) Dukcapil.
"Pemetaan [tematik GIS Dukcapil] ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam dan platform data yang lebih efektif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, khususnya dalam konteks kebijakan kesehatan, sosial, dan pembangunan," ujarnya pada acara Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I Tahun 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Kerja sama ini dilakukan Kemendagri dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Upaya pengembangan statistik hayati sekaligus pemanfaatan data lebih baik ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dan berguna. Ini khususnya untuk mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dan efektivitas pelayanan publik.
Selain itu, Teguh menyebutkan bahwa data kependudukan telah dimanfaatkan secara luas oleh sejumlah lembaga pusat dan daerah untuk proses verifikasi dan validasi data.
Tercatat sebanyak 6.535 lembaga dari berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, administrasi pemerintah, dan program-program sosial telah bekerja sama dengan Kemendagri.
Mereka menggunakan data tersebut untuk memastikan keakuratan dan konsistensi informasi dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, serta pelaksanaan program-program yang memengaruhi kehidupan masyarakat.
"Dengan adanya kerja sama ini, data kependudukan menjadi dasar yang penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik," jelas Teguh.
Di lain sisi, Teguh berharap, rilisnya DKB semester I tahun 2024 dapat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki database kependudukan yang berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.
"Dengan data kependudukan yang akurat dan mutakhir, Indonesia mampu menyusun kebijakan yang lebih baik dan tepat sasaran," pungkasnya.
Adapun DKB semester I tahun 2024 mencatat, jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 282.477.584 jiwa.
Pulau Jawa menjadi daerah dengan tingkat konsentrasi penduduk terbanyak sebesar 55,93 persen, diikuti oleh Sumatra sebesar 21,81 persen, Sulawesi 7,36 persen, Kalimantan 6,18 persen, Bali dan Nusa Tenggara 5,56 persen, Papua 2,00 persen, serta Maluku 1,17 persen.
Kemudian tiga provinsi dengan jumlah penduduk tertinggi yakni Jawa Barat dengan total 50.489.208 jiwa, diikuti Jawa Timur 41.714.928 jiwa dan Jawa Tengah 38.280.887 jiwa. Sebaliknya, provinsi dengan jumlah penduduk terendah yaitu Papua Selatan dengan total 545.861 jiwa, diikuti Papua Barat 569.910 jiwa dan Papua Barat Daya 616.132 jiwa. (rls/Puspen Kemendagri/red)
Baca Lainnya :
- Ditjen Bina Adwil Latih Aparatur Kecamatan di 4 Provinsi Secara Serentak0
- Kemendagri Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan Layanan Pengaduan Pemda0

.jpg)
1.jpg)











