Gubernur Kalsel Lepas Kontingen PESPARAWI 2026 Menuju Lomba Tingkat Nasional di Manokwari

Reported By Pimred Borneo Pos 09 Jun 2026, 22:54:51 WIB KALSEL
Gubernur Kalsel Lepas Kontingen PESPARAWI 2026 Menuju Lomba Tingkat Nasional di Manokwari

Keterangan Gambar : Pelepasan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, di Banjarbaru, Selasa (9/6/2026).




Banjarbaru, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalimantan Selatan yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.


Baca Lainnya :

Pelepasan kontingen dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, di Banjarbaru, Selasa (9/6/2026).


Dinansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang terpilih mewakili Banua pada ajang nasional tersebut.


Saya sampaikan penghargaan dan apresiasi kepada saudara-saudara Kristiani yang terpilih sebagai kontingen Pesparawi, mewakili Kalimantan Selatan pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Tentu saya merasa bangga atas partisipasi jemaat Kristiani Banua di ajang tersebut,” ujarnya.


Gubernur juga optimistis kontingen Kalimantan Selatan mampu meraih prestasi membanggakan, mengingat pada penyelenggaraan sebelumnya berhasil membawa pulang sejumlah medali emas dan perak.


Pada ajang Pesparawi tahun sebelumnya, kontingen Kalsel berhasil meraih beberapa medali emas dan medali perak. Maka tahun ini saya yakin kontingen Kalsel dapat meraih hasil yang tak kalah memuaskan,” katanya.


Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa keikutsertaan dalam Pesparawi tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai kasih dan perdamaian.


“Saya berpesan agar saudara-saudara berkompetisi tanpa mengabaikan esensi yang sesungguhnya, yaitu menyebarkan cinta kasih dan pesan-pesan perdamaian dalam semangat Trinitas,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memberikan dukungan kepada seluruh peserta selama mengikuti perlombaan.


Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap memberikan fasilitasi yang dibutuhkan untuk mendukung kemudahan dan kelancaran para kontingen dalam berkompetisi di Pesparawi,” tambahnya.


Sementara itu, Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Hadi Saputera, mengatakan bahwa Pesparawi merupakan wadah pembinaan keimanan sekaligus penguatan persatuan bangsa melalui seni dan budaya gerejawi.


“Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara dan seni musik gerejawi, tetapi juga sarana pembinaan iman, penguatan persaudaraan serta wadah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.


Menurut Hadi, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi kekuatan yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.


Melalui kegiatan ini kita dapat menunjukkan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah belah,” katanya.


Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik daerah selama berada di Manokwari dan menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.


“Tunjukkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, disiplin, sportivitas serta semangat kebersamaan. Jagalah nama baik Provinsi Kalimantan Selatan selama berada di Manokwari,” pesannya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Selatan, Andi Lukito melaporkan kesiapan kontingen yang akan diberangkatkan ke Papua Barat.


Ia menjelaskan bahwa pada Pesparawi Nasional XIV tahun 2026, Kalimantan Selatan akan mengikuti lima kategori lomba, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Solo Anak Usia 10–13 Tahun dan Vokal Grup.


“Pada tahun 2026 ini Kalimantan Selatan akan mengirimkan lima kategori lomba dengan jumlah peserta dan ofisial sebanyak 62 orang,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pesparawi di Manokwari dilakukan dalam dua tahap menyesuaikan kapasitas akomodasi yang disiapkan panitia.


“Karena keterbatasan tempat acara di Manokwari, keberangkatan peserta dibagi menjadi dua tahap, yaitu tanggal 18–24 Juni dan 22–28 Juni 2026,” jelasnya.


Terkait pembiayaan, ia menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran keberangkatan kontingen mencapai lebih dari Rp500 juta. Dari jumlah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan telah mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp265 juta.


“Puji Tuhan, sampai hari ini minimal tiket peserta sudah terbeli sehingga kami memohon doa restu agar seluruh kontingen dapat berangkat dan kembali ke Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat dan selamat,” katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu keberangkatan kontingen, baik pemerintah daerah, gereja, mitra LPPD maupun para donatur.


“Kekurangan anggaran dapat terbantu melalui partisipasi berbagai pihak, termasuk gereja, mitra LPPD, pemerintah daerah serta dukungan para peserta dan pengurus,” tambahnya.


Melalui pelepasan tersebut, diharapkan Kontingen Pesparawi Kalimantan Selatan tidak hanya mampu mengharumkan nama daerah melalui prestasi, tetapi juga menjadi duta kerukunan dan perdamaian yang mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Banua di tingkat nasional. (red/mcksl)






Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment