- Pamor Borneo 2026 Membuka Potensi Pertumbuhan Bernilai Tambah di Pulau Kalimantan
- DPKP Sebut Capaian LTT Kalsel Hingga 31 Agustus 2026 Sesuai Rencana 23.163 Hektar
- Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat
- BPBD Kalsel Catat 1.903 Kejadian Karhutla hingga 25 Agustus 2026
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Kotabaru Lantik Pejabat JPT dan Pengawas
- Desa Tegalrejo Kelumpang Hilir Kotabaru Wakili Kalsel dalam Penilaian Desa PHBS 2026
- Rakor TIMPORA Kotabaru Dorong Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor
- Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan
- Kemendikdasmen Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Perkuat Kompetensi Guru SD di Kotabaru
- Pemkab Kotabaru Raih Juara III Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kal-Sel
DPKP Kalsel Dampingi Kementan Monitoring LTT di Barito Kuala, Perkuat Swasembada Pangan

Keterangan Gambar : DPKP Kalsel Dampingi Kementan Monitoring LTT di Barito Kuala, Perkuat Upaya Percepatan Swasembada Pangan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan turut mendampingi kunjungan lapangan monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) padi yang dipimpin Kementerian Pertanian di Kabupaten Barito Kuala, Rabu (22/7/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Tutup PKA Angkatan I 2026, Sekda Dorong Alumni Jadi Agen Perubahan0
- FGD Bersama Pensiunan ASN, Pemprov Kalsel Himpun Masukan untuk Kebijakan0
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan produksi padi guna mendukung target swasembada pangan nasional.
Kunjungan lapang tersebut melibatkan Tim Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kalimantan Selatan bersama Tenaga Ahli Menteri (TAM), Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), BBPP Binuang, BLIP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala, serta para penyuluh pertanian di Kecamatan Jejangkit dan Kecamatan Rantau Badauh.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan monitoring terhadap sejumlah lokasi terdampak kekeringan, capaian Luas Tambah Tanam (LTT), pelaksanaan panen padi, hingga implementasi Program PM AAS yang diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi padi di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Masliyana, mengatakan pendampingan bersama Kementerian Pertanian merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan seluruh program peningkatan produksi berjalan optimal di lapangan.
“Monitoring ini penting untuk melihat langsung perkembangan pertanaman, kondisi lahan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani sehingga dapat segera dicarikan solusi. Dengan pendampingan yang intensif, kami optimistis target peningkatan produksi padi dapat tercapai,” ujarnya.
Masliyana menambahkan, hasil monitoring juga menjadi bahan evaluasi dalam mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Berdasarkan laporan Bidang Tanaman Pangan kabupaten/kota per 22 Juli 2026 pukul 18.00 Wita, realisasi LTT harian tercatat mencapai 1.005 hektare untuk padi dan 69 hektare untuk jagung. Sementara akumulasi realisasi LTT hingga tanggal tersebut mencapai 18.882 hektare padi dan 622 hektare jagung.
DPKP Kalsel berharap sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh, dan para petani terus diperkuat agar percepatan tanam dapat berjalan sesuai target, sehingga Kalimantan Selatan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250






.jpg)







