- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Diskominfo Kalsel Gelar Bimtek SPLP, Perkuat Integrasi Layanan Publik Digital

Keterangan Gambar : Bimtek Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) di Banjarbaru, Selasa (18/11/2025)
Banjarbaru, Borneopos.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP). Penerapan SPLP bertujuan mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, terintegrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh sektor.
Baca Lainnya :
- Andi Rudi Latif Buka MTQN Ke-21 Tanah Bumbu0
- Kepala Badan POM RI: Laboratorium MBG Pertama di Indonesia Berada di Kalsel0
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, ini diikuti oleh para pengelola atau admin aplikasi pelayanan publik dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Dalam sambutannya, Muslim menegaskan bahwa dalam era Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), efisiensi pertukaran data menjadi kunci. SPLP hadir sebagai solusi untuk mengatasi tantangan silo aplikasi, yakni aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri serta duplikasi data antar-unit kerja.
“SPLP bukan sekadar alat bantu teknologi informasi, tetapi merupakan infrastruktur dasar yang wajib kita miliki untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan sistem elektronik yang saat ini telah berjalan di lingkungan Pemerintah Provinsi,” ujar Muslim, Banjarbaru, Selasa (18/11/2025).
Ia berharap melalui kegiatan ini, para pengelola dan admin aplikasi pelayanan publik SKPD dapat memahami cara kerja SPLP serta mengetahui aspek apa saja yang perlu ditingkatkan pada aplikasi yang mereka kelola.
“Kita ingin mereka benar-benar memahami SOP SPLP sehingga pelayanan publik berbasis digital yang diberikan kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal,” kata Muslim.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Hasnan Ash Shiddieqy, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada enam aplikasi pelayanan publik yang berhasil diintegrasikan dengan SPLP. Ke depan, jumlah aplikasi yang terhubung akan terus ditambah.
“Dengan begitu, kita berharap nantinya hanya ada dua kamar besar (wadah) aplikasi pelayanan, yakni yang berorientasi pada layanan publik kepada masyarakat dan yang berorientasi pada pelayanan kepegawaian di lingkup Pemprov Kalsel,” jelas Hasnan.
Ia menegaskan bahwa SPLP saat ini masih dalam tahap uji coba dan pelatihan SDM pengelola, agar saat implementasi penuh bisa berjalan optimal.
“Saat ini kita masih pada tahap uji coba dan pelatihan. Proses integrasi tidak mudah, bukan hanya soal anggaran dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga terkait dinamika SDM, mulai dari mutasi pengelola hingga kurangnya regenerasi,” pungkasnya. (Red/MCKalsel)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








