- Pesona Kampung Nelayan Kotabaru Tak Pernah Surut
- Pemprov Kalsel Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Posyandu dibantu Bibit Tanaman Obat dan Sayur
- Gubernur Kalsel Dorong Hilirisasi Batubara Menuju Target Pertumbuhan Ekonomi 8,1 Persen
- BI Kalsel Paparkan Strategi, Investasi dan Hilirisasi Batubara untuk Capai Pertumbuhan 8,1 Per
- Disparpora Kotabaru Dorong GEKRAFS Dalam Penguatan Ekonomi Kreatif Melalui Pertunjukan Even
- Pemkab Kotabaru Gandeng Investor, Percepat Pemerataan Listrik dan Dukung Investasi
- Opini | Catatan WALHI Kalsel atas Dilantiknya Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat
- Bupati Kotabaru Pantau Perkembangan Pembangunan Jembatan Pulau Laut Berbiaya Rp. 6,1 Triliun
- Kembangkan Kawasan Baru, Bupati Kotabaru Cek Lahan Pemda 2 Ribu Hektar di Pulau Laut Kepulauan
- Pemkab kotabaru Gelar Rapat persiapan Penilaian dan Verifikasi Program Peningkatan Kualitas Keluarga
Diskominfo Kalsel Gelar Bimtek SPLP, Perkuat Integrasi Layanan Publik Digital

Keterangan Gambar : Bimtek Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) di Banjarbaru, Selasa (18/11/2025)
Banjarbaru, Borneopos.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP). Penerapan SPLP bertujuan mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, terintegrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh sektor.
Baca Lainnya :
- Andi Rudi Latif Buka MTQN Ke-21 Tanah Bumbu0
- Kepala Badan POM RI: Laboratorium MBG Pertama di Indonesia Berada di Kalsel0
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, ini diikuti oleh para pengelola atau admin aplikasi pelayanan publik dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel.
Dalam sambutannya, Muslim menegaskan bahwa dalam era Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), efisiensi pertukaran data menjadi kunci. SPLP hadir sebagai solusi untuk mengatasi tantangan silo aplikasi, yakni aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri serta duplikasi data antar-unit kerja.
“SPLP bukan sekadar alat bantu teknologi informasi, tetapi merupakan infrastruktur dasar yang wajib kita miliki untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi dan sistem elektronik yang saat ini telah berjalan di lingkungan Pemerintah Provinsi,” ujar Muslim, Banjarbaru, Selasa (18/11/2025).
Ia berharap melalui kegiatan ini, para pengelola dan admin aplikasi pelayanan publik SKPD dapat memahami cara kerja SPLP serta mengetahui aspek apa saja yang perlu ditingkatkan pada aplikasi yang mereka kelola.
“Kita ingin mereka benar-benar memahami SOP SPLP sehingga pelayanan publik berbasis digital yang diberikan kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal,” kata Muslim.
Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Hasnan Ash Shiddieqy, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada enam aplikasi pelayanan publik yang berhasil diintegrasikan dengan SPLP. Ke depan, jumlah aplikasi yang terhubung akan terus ditambah.
“Dengan begitu, kita berharap nantinya hanya ada dua kamar besar (wadah) aplikasi pelayanan, yakni yang berorientasi pada layanan publik kepada masyarakat dan yang berorientasi pada pelayanan kepegawaian di lingkup Pemprov Kalsel,” jelas Hasnan.
Ia menegaskan bahwa SPLP saat ini masih dalam tahap uji coba dan pelatihan SDM pengelola, agar saat implementasi penuh bisa berjalan optimal.
“Saat ini kita masih pada tahap uji coba dan pelatihan. Proses integrasi tidak mudah, bukan hanya soal anggaran dan kesiapan infrastruktur, tetapi juga terkait dinamika SDM, mulai dari mutasi pengelola hingga kurangnya regenerasi,” pungkasnya. (Red/MCKalsel)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL










