- Pemkab Kotabaru Gelar Pra Musrenbang PPPS Tahun 2026
- Prabowo Perintahkan Percepatan Waste to Energy, Sampah Jadi Energi di Kota-Kota Besar
- Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional
- Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengelola Diminta Perbaiki Pelayanan
- Kasus Kuota Haji, KPK Tahan Stafsus Eks Menag
- Wali Kota Lisa: Setiap Jam 10 Pagi Lagu Indonesia Raya Dikumandangkan, Hentikan Aktivitas Sejenak!
- 1.251 Dapur MBG Disanksi, Neng Eem Minta Akreditasi Tak Sekadar Formalitas
- Pemerintah Batalkan Wacana PJJ, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Paling Optimal
- Kapolda Kalsel Cek Kesiapan Pengamanan, Rantis Randurlap, dan Dapur Umum Jelang Haul Datu Kalampayan
- CSR SCG Dampingi dan Kembangkan UMKM Dapur Nany Produksi Putu Ayu
Dinas Perkim Kotabaru Tak Hadir Rapat Di DPRD, Bahas Keluhan Warga Soal Pembebasan Lahan Bandara GSA

Keterangan Gambar : Rapat pembebasan lahan bandara di ruang komisi II DPRD Kotabaru, Senin (4/11/24)
KOTABARU, BORNEOPOS.COM - Proyek pembebasan lahan untuk perluasan bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru seolah tak berujung. Akibat lambannya proses tersebut Kepala Desa Stagen, H. Napirin Amin bersama tokoh masyarakat Stagen menemui Wakil ketua DPRD Kotabaru, Awaludin dan Mustakim S. E di Ruang Komisi II Kotabaru, Senin (4/11/2024).
Baca Lainnya :
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96, Berikut Pesan Suwanti Untuk Generasi Muda Bumi Saijaan0
- Paripurna DPRD Kotabaru, Pemkab Usulkan Raperda Perubahan Badan Hukum PT. Saijaan Mitra Lestari0
Pada pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II Mustakim S,E warga stagen menanyakan soal kepastian masalah pembebasan lahan bandara.
"Sampai hari ini masih simpang siur prosesnya, belum jelas dimana posisi permasalahannya karena informasi yang kita dengar itu masalah pengukurannya belum selesai, kemudian terakhir itu syarat untuk ini kan harus ada KJPP, tim nilai tanah untuk mengetahui berapa harga tanah yang ada sana," ucap Mustakim
Lebih jauh disampaikannya, masyarakat sudah bersurat, kekhawatirannya cuma satu, jangan sampai proyek daerah ini kembali SILPA (Sisa lebih Pembiayaan Anggaran) atau enggak dipergunakan lagi anggarannya.

"Karena tahun 2023 itu, kalau enggak salah sekitar 50 Milyar Kurang lebih anggarannya sudah siap, kemudian di tahun ini berjalan ini ada lagi kurang lebih di sekitar 66 milyar dan dananya ini bersambung di tahun 2025 nanti," terangnya.
Selanjutnya diterangkan dana untuk pembebasan lahan itu disiapkan pemerintah daerah, cuma hari ini kita enggak tahu fix nya ini seperti apa ? anggaran yang dibutuhkan berapa ? Karena tim penilai tanahnya ini belum disiapkan oleh Dinas Perkim, belum diusulkan ke ULP.
"Karena tadi ini Dinas Perkim enggak hadir, rencananya hari Senin akan diagendakan lagi, nudah mudahan Perkim dan bpn bisa hadir bersama dan mencari solusi yang terbaik," ujar Mustakim.
Ia menjelaskan, pada prinsipnya kita mau mencari solusi yang terbaik, kasihan masyarakat sudah 2 tahun menunggu berapa kali diukur tanahnya sampai hari ini tidak ada kejelasan, artinya dalam tahapannya ini ada masalah yang belum bisa diklirkan, Makanya kita mau duduk bersama, untuk mencari apa sih masalahnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Stagen H. Napirin Amin mengungkapkan janji-janji pihak terkait soal pembebasan lahan bandara selalu terlambat.
"Warga pemilik lahan terus mempertanyakan soal pembebasan lahan, kapan pembayaran, apa masalahnya jadi berlarut-larut," ungkap Kades Stagen
Ia melanjutkan, hasil rapat hari ini belum ada keputusan, karena ada pihak-pihak terkait yang tidak hadir.
"Lahan warga yang akan dibebaskan rencananya ada 800, surat-suratnya ada segel dan sertifikat, untuk lahannya berada di 7 RT," tutupnya. (ril/red)


Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- Suwanti Kandidat Kuat Gantikan Posisi Ketua DPRD Kotabaru, Jika Syairi Mundur0














