- Ketua DPK APINDO Kotabaru, Putra: APINDO Menjadi Rumah Bersama Para Pengusaha
- Ketua DPRD Kotabaru Hadiri Pengukuhan DPK APINDO Kotabaru periode 2026–2031
- WALHI Sebut RSPO is Greenwashing! Buyers Diminta Hentikan Pembelian Dari Pemasok Terkait Karhutla
- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
Diguyur Hujan Deras, Beberapa Titik Jalan Protokol Kotabaru Banjir Lagi!

Keterangan Gambar : Jalan protokol didepan rumah kemasan Kotabaru, dipenuhi air hujan, Selasa (27/8/24)
Borneopos.com, Kotabaru - Hujan Lebat yang melanda Pulau Laut Utara pada Selasa (27/8/24) sekira jam 22.30 wita membuat beberapa ruas jalan protokol di Pulau Laut Utara Banjir.
Baca Lainnya :
- Diduga Ada Persoalan Pada Laporan Penjualan, Akankah Dirut PT. Baramarta Jadi Tersangka ? 0
- PT. Indocement Ajak Jurnalis Kotabaru Tanam Pohon Di Bukit Mamake Sekaligus Media Gathering0
Salah satu yang titik yang mengalami genangan di jalan raya cukup tinggi adalah di area depan bangunan rumah kemasan., Jl. H.H.Basri Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru.

Air yang tergenang di jalan protokol hampir setara tingginya dengan pembatasan (median) jalan.
Akibat tingginya genangan air mengakibatkan para pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor harus ekstra hari-hati.
Kejadian banjirnya jalan protokol ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi.
Menurut salah satu warga yang tak mau namanya disebut mengatakan bahwa genangan ini terjadi karena ada pembatasan jalan dan saluran drainase mampet.

"Saluran drainase/parit mampet atau kotor, makanya air lari kejalan serta adanya pembatas jalan yang menghambat aliran air," ucapnya.
Selanjutnya, warga ini mengeluhkan kondisi ini terus terjadi secara berulang.
"Kami tak tau harus kemana lagi mengadu, Dinas terkait sepertinya tak bisa lagi di harapkan," keluhnya. (red)


Baca Lainnya :
- 35 Anggota DPRD Kotabaru Periode 2024-2029 Resmi Dilantik0
- 28 Rumah Ludes Dijilat Sijago Merah Di Kotabaru, Kerugian Capai Milyaran Rupiah0
Berita Kotabaru


.jpg)








