- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
- Pemprov kalsel Dorong Penyusunan RUU Kab/Kota untuk 4 Wilayah di Banua
- Ditengah Lesunya Ekonomi, Warga Kotabaru Harus Beli Air Bersih Rp. 120 Ribu per Tandon
- Pemkab Kotabaru Promosikan Wisata Alam Mamake Lewat Trail Run Tahura Sebatung
- Festival Akrab 2026, Pemkab Kotabaru Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi
BSKDN Kemendagri Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Pemerintah Uzbekistan

Keterangan Gambar : Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto saat memimpin rapat dengan HPSMI secara virtual, Selasa (13/8/2024).
Borneopos.com, Jakarta - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjajaki potensi keja sama dengan Pemerintah Uzbekistan, khususnya terkait sister province antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dengan Samarqand regional yang ada di Uzbekistan. Sejalan dengan itu, Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengungkapkan kerja sama tersebut meliputi bidang kebudayaan, perdagangan, dan sejumlah bidang lainnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Baca Lainnya :
- Plt. Sekjen Kemendagri : 40% Dana Desa Boleh Digunakan BUMDes0
- Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan0
"Kerja sama ini [direncanakan] untuk memperkuat bidang kebudayaan, lalu meningkatkan pemahaman tentang kebudayaan kedua belah pihak lalu berikutnya untuk perdagangan, dan beberapa hal yang mungkin saja kita bisa jajaki lewat pertemuan kali ini," ungkap Yusharto saat memimpin Rapat dengan Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI) secara virtual dari Ruang Video Conference BSKDN, Selasa (13/8/2024).
Tidak hanya dalam bidang budaya, Yusharto menyebutkan potensi kerja sama juga dapat dilakukan dalam bidang pariwisata, teknologi pertanian, promosi dialog antaragama, dan penguatan harmonisasi sosial. Kerja sama lainnya bisa juga bisa dalam aspek pengembangangan infrastruktur, pertukaran pelajar, dan penelitian bersama.
"Dari kemungkinan penjajakan ini, kita bisa melihat kemungkinan untuk bisa menggunakan fasilitas atau katakanlah program yang sudah disiapkan oleh Indonesia Eurasia International Council atau Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia sebagai mitra kita," terangnya.
Dia melanjutkan, sebagai negara terbesar di Asia Tengah, Uzbekistan memiliki beragam potensi yang dikelola dengan baik. Misalnya dalam mengelola sektor pertanian seperti kapas, gandum, buah, dan sayur yang menjadi produk utama pertanian Uzbekistan.
Tidak heran apabila disebutkan pertanian Uzbekistan menyumbang sekitar 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Keberhasilan tersebut dapat menjadi potensi kerja sama bagi Indonesia sebagai negara agraris.
"Prinsipnya kami siap memfasilitasi terjadinya kerja sama ini dan menindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang relevan," pungkasnya. (rls/Puspen Kemendagri/red)
Baca Lainnya :
- Jumlah Penduduk Indonesia 2024 Sebanyak 282.477.584 jiwa, 6,18 Persennya Berada Di Kalimantan0
- Plt. Sekjen Kemendagri : 40% Dana Desa Boleh Digunakan BUMDes0
Berita Kotabaru












