- Pemprov Matangkan Persiapan Kalsel Expo 2026
- Pamor Borneo 2026 Membuka Potensi Pertumbuhan Bernilai Tambah di Pulau Kalimantan
- DPKP Sebut Capaian LTT Kalsel Hingga 31 Agustus 2026 Sesuai Rencana 23.163 Hektar
- Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat
- BPBD Kalsel Catat 1.903 Kejadian Karhutla hingga 25 Agustus 2026
- Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Kotabaru Lantik Pejabat JPT dan Pengawas
- Desa Tegalrejo Kelumpang Hilir Kotabaru Wakili Kalsel dalam Penilaian Desa PHBS 2026
- Rakor TIMPORA Kotabaru Dorong Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor
- Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Karhutla dan Bencana Kekeringan
- Kemendikdasmen Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran, Perkuat Kompetensi Guru SD di Kotabaru
BPBD Kalsel Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, Lima Pos Difokuskan di Kawasan Bandara

Keterangan Gambar : BPBD Kalsel Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, Lima Pos Difokuskan di Kawasan Bandara
Kalsel, Borneopos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan 14 pos lapangan sebagai upaya mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Dari jumlah tersebut, lima pos ditempatkan di kawasan prioritas atau ring satu di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor untuk mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.
Baca Lainnya :
- BPBD Kalsel Optimalkan Heli Water Bombing untuk Tangani Karhutla, Prioritaskan Kawasan Bandara0
- BPBD Kalsel Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, Keputusan Perpanjangan Tunggu Rekomendasi BMKG0
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan kawasan sekitar bandara menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Sementara itu, prioritas kedua meliputi wilayah utara Kalimantan Selatan yang mencakup Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara hingga Tabalong.
“Area prioritas pertama memang kawasan sekitar bandara. Setelah itu prioritas kedua adalah wilayah utara yang meliputi Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara hingga Tabalong,” ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Ronny menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 14 pos lapangan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, mulai dari Tabalong hingga Kotabaru. Khusus untuk kawasan ring satu bandara, BPBD menempatkan lima pos lapangan di lokasi-lokasi strategis.
“Untuk ring satu kami menyiapkan lima pos lapangan, yaitu di Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, kawasan Jalan Gubernur Sarkawi, serta di Alalak, Barito Kuala, tepatnya di sekitar Kampus UMB. Sementara sembilan pos lainnya tersebar di kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Menurut Ronny, keberadaan pos lapangan tersebut diharapkan mampu mempercepat waktu respons tim saat menerima laporan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
“Harapannya dengan adanya pos lapangan ini, respons tim dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak menyebar dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, pengoperasian pos lapangan melibatkan berbagai unsur secara terpadu. Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.
“Seluruh unsur terlibat dalam pos lapangan ini, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api dan para relawan. Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah,” ujar Ronny.
Dengan dukungan pos lapangan yang tersebar di sejumlah titik strategis serta sinergi berbagai pihak, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas transportasi udara.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250






.jpg)







