Lagi, Lagi dan Lagi! Kotabaru Dikepung Banjir

Reported By Pimred Borneo Pos 28 Agu 2025, 21:02:17 WIB Kotabaru
Lagi, Lagi dan Lagi! Kotabaru Dikepung Banjir

Keterangan Gambar : Rumah warga yang tenggelam akibat banjir, Kamis (28/8/2025).




Kotabaru, Borneopos.com  -  Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kotabaru sejak Rabu malam (27/08/2025) hingga Kamis pagi (28/08/2025) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Genangan air merendam jalan raya, permukiman warga, serta fasilitas umum, dengan dampak terparah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Sigam.


Baca Lainnya :

Banjir yang mencapai ketinggian lutut hingga pinggang dewasa ini merendam rumah, kendaraan bermotor, mobil, serta barang-barang lainnya yang larut terbawa air. Pasca banjir, genangan air meninggalkan tanah dan sampah yang menyebar di seluruh area. Beberapa kantor juga terpaksa tutup sementara, salah satunya kantor PDAM Kotabaru.


Didapat informasi, PDAM Kotabaru juga turut terdampak banjir ini, mengakibatkan penyumbatan pada pipa transmisi air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Ulin. Akibatnya, pompa untuk wilayah Karya Utama tidak dapat beroperasi, yang mengganggu distribusi air di beberapa wilayah layanan.


Selain itu, proyek tanjakan baharu yang sedang dalam pembangunan kembali mengalami penutupan sementara. Kondisi jalan yang sebelumnya dipadatkan menjadi tidak stabil akibat intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan material perkerasan LPA lepas dan menumpuk di area bawah jalan.


Banjir kali ini kembali menunjukkan kerentanannya Kabupaten Kotabaru terhadap bencana banjir, terutama ketika curah hujan tinggi. 


"Kotabaru + Hujan = Banjir," ungkap Pradana, salah seorang warga yang menggambarkan betapa setiap kali hujan deras turun, banjir hampir selalu terjadi di wilayah tersebut.


Pradana juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah yang dinilai kurang responsif dalam menangani peristiwa ini. 


"Di tempat saya, setiap kali curah hujan tinggi, pasti banjir. Rumah, toko, sekolah dan lainnya. Kami sebagai warga merasa khawatir setiap hujan deras tempat tinggal kami selalu terendam dengan air yang berwarna coklat dan lumpur," ujar Pradana, Kamis (28/08/2025)


Dia juga menyebutkan kerugian akibat banjir, seperti perabotan rumah yang terseret air. Pradana juga menuturkam sarannya untuk mengurangi dampak banjir untuk kedepannya. 


"Perbaiki gorong-gorong atau saluran air yang ada. Perbanyak tempat pembuangan sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Pohon seharusnya menjadi benteng alami penahan air, tapi kini banyak hutan yang gundul akibat penebangan liar. Pemerintah juga perlu menghentikan pembangunan yang tidak terkendali di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS)," tutup Pradana. (Ali) 






Baca Lainnya :




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment