- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Banjir Lagi! Warga Kotabaru Tunggu Kerja Nyata Dinas Terkait

Keterangan Gambar : Titik banjir di depan perumahan bamega town simpang gunung ulin, Selasa (26/11/24)
Kotabaru, Borneopos.com -- "Banjir lagi, sampai kapan begini?," keluh Akhmad Supiani warga Desa Sungai Taib Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, Selasa (26/11/24).
Baca Lainnya :
- Kadis Perkim Kotabaru Buka Suara Soal Pembebasan Lahan Bandara Gusti Syamsir Alam 0
- Dinas Perkim Kotabaru Tak Hadir Rapat Di DPRD, Bahas Keluhan Warga Soal Pembebasan Lahan Bandara GSA0
Keluhan ini buntut dari banjir yang terus berulang dan terulang terjadi di beberapa titik ruas jalan di Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru saat hujan.
Warga berharap pemkab Kotabaru melalui Dinas PUPR, Perkim, DLH dan Dinas lainnya yang terkait, serius menangani persoalan banjir di Kotabaru.
Pantauan media ini di lapangan, titik banjir tersebut antara lain berada di depan perumahan bemega town Desa Sungai Taib, ruas jalan depan kantor pengadilan agama di desa Stagen, ruas jalan pembataan di Desa Sebelimbingan, dan lainnya.
Sementara ketinggian banjir yang mengenangi ruas-ruas jalan protokol tersebut bervariasi, mulai 30-50cm, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Adapun penyebab banjir di ruas jalan-jalan protokol ini, antara lain drainase yang tak mampu menampung jumlah air yang masuk ke parit, sampah dan kotoran menghambat kelancaran drainase, kurangnya tangkapan air diwilayah pegunungan, maraknya betonisasi di wilayah perkotaan, dan lainnya. (red)



Baca Lainnya :
- Kadis Perkim Kotabaru Buka Suara Soal Pembebasan Lahan Bandara Gusti Syamsir Alam 0
- Dinas Perkim Kotabaru Tak Hadir Rapat Di DPRD, Bahas Keluhan Warga Soal Pembebasan Lahan Bandara GSA0
Berita Kotabaru













