- Perkuat Kepemimpinan, Kapolresta Samarinda Lantik Wakapolresta Baru
- Pemkab Kotabaru Gelar Jambore Kader Posyandu, Perkuat Peran Kader dalam Tingkatkan Layanan Kesehata
- Dinsos Kalsel Buka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Angkatan VIII
- Peringati HAN 2026, PPRSAR Mulia Satria Ajak Anak-Anak Rayakan “Sehari Gasan Kanakan Banua Kita”
- Dinsos Kalsel Gelar *Sehari Bersama Anak* 2026, Perkuat Perlindungan Generasi Penerus
- DPKP Kalsel Dampingi Kementan Monitoring LTT di Barito Kuala, Perkuat Swasembada Pangan
- Pemprov Kalsel Tutup PKA Angkatan I 2026, Sekda Dorong Alumni Jadi Agen Perubahan
- FGD Bersama Pensiunan ASN, Pemprov Kalsel Himpun Masukan untuk Kebijakan
- Bupati kotabaru Serahkan Bantuan Dana Hibah TA 2026 ke Sejumlah Rumah Ibadah dan Tahfiz
- BPBD Kalsel Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, Lima Pos Difokuskan di Kawasan Bandara
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dinkes Kalsel Dorong Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan

Keterangan Gambar : Dinkes Kalsel Dorong Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan, Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pertemuan Optimalisasi Pemeliharaan Alat Kesehatan di Fasilitas Layanan Kesehatan Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemeliharaan alat kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Lainnya :
- Disparpora Promosikan Destinasi Wisata Kotabaru di Expo Saijaan 20260
- Rudi Nugraha: Prioritas Kami Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Bumi Saijaan0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan bahwa alat kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Ketersediaan alat kesehatan yang memadai sangat membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas kepada masyarakat.
Menurut Diauddin, keberadaan alat kesehatan harus diimbangi dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang baik agar alat selalu siap digunakan, berfungsi optimal, memiliki usia pakai yang lebih panjang, serta mampu menjamin keselamatan pasien maupun petugas kesehatan.
“Memiliki alat kesehatan yang lengkap saja tidak cukup. Alat tersebut harus dipelihara secara baik dan berkelanjutan agar tetap berfungsi optimal dan dapat mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya di Banjamasin, Selasa (9/6/2026)
Diauddin mengungkapkan, saat ini masih terdapat sejumlah tantangan dalam pemeliharaan alat kesehatan, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis, belum optimalnya pelaksanaan pemeliharaan preventif, serta pencatatan dan dokumentasi pemeliharaan maupun kalibrasi yang masih perlu ditingkatkan.
“Apabila kondisi ini tidak ditangani secara serius, maka dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien,” katanya.
Melalui pertemuan ini, Diauddin berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, monitoring, hingga evaluasi pemeliharaan alat kesehatan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi antar fasilitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan pentingnya komitmen bersama dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan hasil pertemuan dalam pengelolaan alat kesehatan di masing-masing instansi.
“Dengan pemeliharaan alat kesehatan yang baik dan berkelanjutan, fungsi alat dapat tetap optimal, biaya perbaikan dapat ditekan, dan yang paling penting adalah pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus meningkat kualitasnya,” pungkas Diauddin.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL













