- Byar Pret! Byar Pret! LBH Borneo Nusantara Resmi Gugat PLN di PTUN Banjarmasin
- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
Pemeliharan Total, PUPR Kalsel Akan Keringkan Irigasi Riam Kanan September - Oktober 2026

Keterangan Gambar : engeringan Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan yang berada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyampaikan pemberitahuan resmi terkait rencana pengeringan Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan yang berada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Baca Lainnya :
- Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Tumbuh 15,45 %0
- Pemkab Kotabaru Lepas Mudik Gratis 20260
Pemberitahuan tersebut merujuk pada hasil Berita Acara Sidang Komisi Irigasi Provinsi Kalimantan Selatan tanggal 1 Oktober 2025 tentang kesepakatan jadwal pengeringan DI Riam Kanan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) sekaligus Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas PUPR Kalsel, Wahid Ramadani menyampaikan bahwa kegiatan pengeringan ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan berkala jaringan irigasi.
“Pengeringan dilakukan untuk mendukung pemeliharaan saluran primer dan sekunder, termasuk pembersihan gulma dan sedimentasi yang telah mengurangi kapasitas aliran air,” ujar Wahid, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi gulma pada saluran primer DI Riam Kanan saat ini mengalami pertumbuhan pesat akibat penumpukan sedimen atau lumpur di dasar saluran. Hal tersebut menyebabkan penampang basah saluran tertutup sehingga menghambat aliran air.
Untuk itu, Dinas PUPR Kalsel akan melaksanakan pengeringan sekaligus pemeliharaan terhadap saluran primer sepanjang 24,047 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 62,834 kilometer.
Selain pembersihan, kegiatan ini juga mencakup perbaikan sejumlah bangunan irigasi yang mengalami kerusakan. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketersediaan debit air, khususnya dalam mendukung kebutuhan pertanian pada Musim Tanam I tahun 2026–2027, penyediaan air minum, serta kebutuhan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, ketinggian muka air pada saluran primer akan diturunkan hingga mencapai elevasi dasar saluran atau sekitar nol meter. Hal ini bertujuan agar operasional alat berat dapat berjalan optimal selama proses pemeliharaan.
Sehubungan dengan itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh pengguna air, termasuk petani dan masyarakat, agar dapat melakukan langkah-langkah persiapan menghadapi pelaksanaan pengeringan tersebut.
“Pengeringan dan pemeliharaan dijadwalkan berlangsung pada bulan September hingga Oktober 2026. Kami berharap seluruh pengguna air dapat menyesuaikan kebutuhan dan aktivitasnya,” ungkap Wahid.
Dinas PUPR Kalsel juga menyampaikan bahwa apabila terdapat perubahan jadwal pelaksanaan, informasi akan disampaikan kembali melalui pengumuman resmi maupun media sosial.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sistem irigasi DI Riam Kanan dapat kembali berfungsi optimal dalam mendukung sektor pertanian dan kebutuhan air masyarakat di Kalimantan Selatan.(red/mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL













