- Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Diskominfo Kalsel Gelar Asistensi PPID se-Kalsel
- Sekda Kotabaru Ajak ASN dan Masyarakat Tertib Bayar Pajak Setiap Tahun
- Dua Putra-Putri Kalsel Ikuti Pemusatan Paskibraka Nasional, Persiapan Tugas pada HUT RI ke-81
- DP3AKB Bekerjasama dengan PKK Provinsi Kalsel Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Sosialisasi
- Pemprov Kalsel Intensif Awasi Harga Pangan, Siapkan Pasar Murah Antisipasi Kenaikan Komoditas
- Bakesbangpol Kalsel Ajak Pelajar Jadi Generasi Digital Cerdas Tangkal Hoaks dan Radikalisme
- Lestarikan Warisan Literasi Banua, Dispersip Kalsel Targetkan Naskah Kuno Masuk IKON Nasional
- Gubernur Kalsel Nobar Bersama Ribuan Warga, Tugu Nol Kilometer Jadi Pusat Euforia Final Piala Dunia
- Polda Kalsel Didik 700 Calon Tamtama Polri Berkemampuan Brimob Dari Seluruh Indonesia
- DWP Kotabaru Gelar Penyuluhan Rumah Layak Huni Guna Wujudkan Keluarga Sehat dan Sejahtera
Optimalkan Penyerapan Panen Petani, Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog

Keterangan Gambar : Optimalkan Penyerapan Panen Petani, Ketua Komisi IV DPR RI Resmikan Revitalisasi Gudang Perum Bulog
Kalsel, Borneopos.com - Peresmian revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru, menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Kehadiran gudang modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya serap hasil panen petani sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Resmi Buka Workshop dan Pameran Seni Rupa *Merajut Asa, Harmoni Warna*0
- Pemprov Kalsel Bangun 17 RTLH di Tanah Laut, Sasar Keluarga Berisiko Stunting0
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, menegaskan pembangunan infrastruktur logistik pangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah.
“Revitalisasi gudang Bulog ini merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, penyerapan hasil panen petani dapat semakin optimal, cadangan beras pemerintah semakin kuat, serta stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga,” ujar Titiek saat meresmikan gudang Bulog di Banjarbaru, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Kalimantan. Karena itu, keberadaan fasilitas penyimpanan yang memadai menjadi faktor penting agar produksi petani dapat dikelola secara optimal.
Titiek juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog dalam memperkuat sistem logistik pangan di berbagai daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan peningkatan efektivitas pengelolaan stok, percepatan distribusi, serta pelayanan yang semakin baik kepada petani dan masyarakat.
Lebih lanjut, Komisi IV DPR RI, kata Titiek, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program Bulog yang berpihak kepada petani, termasuk membuka peluang dukungan anggaran apabila diperlukan pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap gudang ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan apresiasi atas diresmikannya revitalisasi gudang Bulog yang dinilai semakin memperkuat kesiapan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.
Menurut Syarifuddin, Kalimantan Selatan saat ini telah mencatatkan surplus produksi beras hingga sekitar 1,3 juta ton, sehingga menjadi salah satu penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Kalimantan.
“Alhamdulillah, daya tampung dan ketersediaan beras di Kalimantan Selatan telah memberikan surplus sekitar 1,3 juta ton. Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai daerah penyangga utama di Pulau Kalimantan dan telah mencapai swasembada beras. Dengan keberadaan gudang ini, hasil panen petani dapat tersimpan dengan baik sehingga semakin mendukung petani maupun Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, dukungan kepada petani, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat guna menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
Gudang Bulog hasil Penyertaan Modal Negara (PMN) tersebut dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp12,15 miliar dan memiliki kapasitas penyimpanan 3.500 ton. Pembangunan dimulai pada 21 April 2025, selesai pada 12 Februari 2026 dengan realisasi fisik mencapai 100 persen tanpa deviasi, dan kini memasuki masa pemeliharaan hingga Februari 2027.
Keberadaan gudang tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem logistik pangan nasional sekaligus menjadi penopang distribusi dan cadangan beras pemerintah, khususnya di wilayah Kalimantan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL












