- Pelindo Kotabaru Perkuat Sinergi Maritim, Dukung Open Ship KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Stagen
- Menko Polkam Apresiasi Penanganan Karhutla di Kalsel, BPBD Perkuat Lima Posko Lapangan
- Menko Polkam Optimistis Karhutla Kalsel Terkendali, Tekankan Sinergi dan Kepedulian Masyarakat
- Hasnuryadi Sulaiman: Sinergi Kuat Banua Hebat Jadi Fondasi Pembangunan dan Keamanan Kalsel
- FKG ULM Selaraskan Persepsi Instruktur Klinik melalui Workshop Clinical Teaching Berbasis OBE
- Ratusan Pesepakbola Ikut Seleksi Pembentukan Tim Peseban Jelang Piala Soeratin U-17 Kalsel
- Puluhan Warga Rantau Bakula Geruduk PT Merge Mining Industri Tuntut Hentikan Operasi
- Pemkab Kotabaru Resmi Tutup Turnamen Voli Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Komitmen Dukung Pembinaan Atlet Voli Lewat Perwosi Cup I 2026
- DPRD Kotabaru Dukung Pembinaan Atlet Voli Usia Dini Lewat Anggaran
Gencarkan Event dan Promosi, Geopark Meratus Optimistis Tarik Wisatawan

Keterangan Gambar : Kunjungan wisata ke kawasan Geopark Meratus pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan, sejalan dengan tren sektor pariwisata yang masih melambat di awal tahun. Kondisi ini tercermin dari data tingkat hunian kamar hotel yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Kalsel, Borneopos.com - Kunjungan wisata ke kawasan Geopark Meratus pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami penurunan, sejalan dengan tren sektor pariwisata yang masih melambat di awal tahun. Kondisi ini tercermin dari data tingkat hunian kamar hotel yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Lainnya :
- Dinsos Kalsel Dorong Akreditasi LKS Guna Tingkatkan Kualitas Layanan Sosial0
- Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat, Gubernur Kalsel Ingatkan Jaga Kesehatan di Tanah Suci0
Wakil Sekretaris Badan Pengelola Geopark Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik, mengungkapkan bahwa tingkat hunian kamar pada Desember 2025 tercatat sebesar 59,80 persen, namun mengalami penurunan cukup signifikan pada awal tahun 2026.
“Berdasarkan data BPS, pada Januari tingkat hunian kamar turun menjadi 49 persen dan kembali turun di Februari menjadi 44 persen. Ini menunjukkan bahwa di triwulan pertama memang terjadi penurunan aktivitas pariwisata,” ujarnya saat diwawancarai di Banjarbaru, Kamis (23/4/2026).
Menurut Theodorik, kondisi tersebut merupakan fenomena yang relatif wajar, mengingat pada awal tahun belum banyak kegiatan atau agenda pariwisata berskala besar yang digelar di daerah.
“Kalau kita bandingkan dengan Desember, saat itu ada berbagai kegiatan seperti Haul Sekumpul dan event lainnya yang mendorong mobilitas masyarakat dan wisatawan, sehingga tingkat hunian meningkat. Sementara di awal tahun, kalender event belum berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, belum aktifnya agenda pariwisata di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi, termasuk kawasan Geopark Meratus.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis kondisi tersebut akan membaik seiring mulai digelarnya berbagai event pariwisata sepanjang tahun 2026.
“Ke depan, kita akan didukung oleh sejumlah kegiatan dari Dinas Pariwisata baik di tingkat provinsi maupun daerah. Ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kunjungan wisatawan,” katanya.
Selain mengandalkan event, status Geopark Meratus sebagai UNESCO Global Geopark juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menarik wisatawan, khususnya dari mancanegara.
“Status UNESCO ini memberikan nilai tambah dari sisi exposure internasional. Kita tidak hanya menjual wisata, tetapi juga kekayaan geologi, budaya, biodiversitas, dan potensi penelitian,” tegas Theodorik.
Dalam waktu dekat, Geopark Meratus juga akan menerima kunjungan tim peneliti dari Prancis yang dipimpin oleh seorang gemologis, Agatha, bersama lima orang anggota tim.
“Kunjungan ini bukan hanya untuk penelitian, tetapi juga menjadi bagian dari promosi internasional. Harapannya, exposure Geopark Meratus semakin luas dan dapat menarik minat wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Ia pun berharap sinergi antara event, promosi, dan penguatan branding UNESCO dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata di kawasan Geopark Meratus.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250
Berita KALSEL












