- Direktur RSUD Kotabaru Angkat Bicara Soal Pasien Meningal Dunia Usai Menerima Obat Suntik/Infus
- Pelindo Kotabaru Perkuat Budaya Sadar Risiko Melalui Pelatihan Risk Awareness
- Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
- 20 Klien Disabilitas Angkatan VIII Tahun 2026 Lulus Program Rehabilitasi Sosial di PRSPD
- Kampung Putra Bulu, Destinasi Wisata Berbasis BUMDes yang Memberdayakan Pemuda Lokal
- Gubernur Muhidin Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel
- Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Tata Kelola Aset Pasca Raih WTP ke-13
- Ribuan Goweser Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram, Hadiah Umrah Jadi Magnet Utama
- Dinsos Kalsel Lepas 20 Klien Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII PRSPD Iskaya Banaran
- Pemprov Kalsel Siapkan 5 Lima Langkah Strategis Tingkatkan Kinerja GWPP
FGD Keja Sama Industri, Disperin Kalsel Fokus Dorong Hilirisasi Industri

Keterangan Gambar : Di FGD Keja Sama Industri, Disperin Kalsel Fokus Dorong Hilirisasi Industri
Kalsel, Borneopos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kerja Sama Industri dengan Perusahaan Besar, Perguruan Tinggi dan Lembaga Lainnya se-Kalimantan Selatan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan sektor industri dan perekonomian daerah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Sambut 27 Mahasiswa UGM0
- Jamaah Haji Kloter 013 BDJ Tiba di Embarkasi Banjarmasin Dengan Selamat 0
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun hubungan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga pendukung industri di Kalimantan Selatan.
“Dinas Perindustrian memiliki peran penting dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan melalui program Kalsel Bekerja. Salah satu fokus yang terus kita dorong adalah hilirisasi industri, pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, serta penguatan industri halal yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Miftahul Chair di Banjarmasin, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, tantangan industrialisasi saat ini semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media agar kebijakan, inovasi, serta kebutuhan industri dapat berjalan selaras.
“Kolaborasi menjadi kunci. Melalui FGD ini, kami ingin membangun kemitraan yang lebih konkret dengan perusahaan besar, perguruan tinggi, dan berbagai lembaga lainnya untuk mendukung pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM), penguatan kemitraan usaha, serta pemanfaatan teknologi tepat guna bagi pelaku industri di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Miftahul Chair berharap forum diskusi tersebut mampu menghasilkan langkah nyata yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Kami berharap FGD ini tidak hanya menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan roadmap kerja sama yang terukur dan implementatif. Dengan sinergi yang kuat, percepatan industrialisasi di Banua dapat terwujud, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kontribusi sektor industri terhadap PDRB Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem industri yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing guna menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













