- Wawali Banjarbaru Mundur! Ketua GMPD: Pengganti Harus Dari Partai Koalisi dan Dekat Kepada Warga
- WALHI Kalsel Desak KLH Buka Data 335 Perusahaan yang Diinvestigasi Terkait Karhutla
- Pemkab Kotabaru dan Kementerian ATR/BPN Bahas Potensi Pengembangan Serongga
- Diskusi Kritis di Banjarbaru, Djarot PDIP: Anak Muda Diam, Politik Akan Dikuasai Orang Tidak Waras
- 20 Korporasi Tersangka Karhutla, WALHI Region Kalimantan Tantang Polri Penjarakan Direkturnya!
- Pelantikan KNPI Kotabaru Periode 2026–2029, Pemuda Diajak Bersatu dan Berkontribusi untuk Daerah
- Pengurus KNPI Kotabaru Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Kadisparpora: Kami Siap Kolaborasi
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Ancam Demo Gubernur Kaltim pada 4 Nopember 2026
- Pemprov Kaltim Ikuti Rakornas TPAKD 2026
- Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemkab Kotabaru Bagikan Bonus Bagi Atlet Juara Porprov 2025
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan

Keterangan Gambar : Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar lima persen pada tahun 2026. Target tersebut ditetapkan seiring tren positif peningkatan jumlah wisatawan dalam dua tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima0
- Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen0
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady menyebutkan, pada periode 2024 hingga 2025 jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan sekitar lima hingga tujuh persen. Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun 2026 ini.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar lima persen. Target ini disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang ada, termasuk efisiensi anggaran,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).
Dalam mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Kalsel terus memperkuat pengembangan sejumlah destinasi unggulan, seperti Loksado, Tahura Sultan Adam, Bukit Batu, dan Goa Batu Hapu. Selain wisata alam, wisata religi juga dinilai masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan.
Fenomena Haul Guru Sekumpul menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Kalsel. Berdasarkan data Mobile Positioning Device (MPD), pelaksanaan haul terakhir dihadiri sekitar lima juta orang.
“Selain pengembangan destinasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengintegrasikan penguatan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan optimalisasi Geopark Meratus yang telah berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp),” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan Geopark Meratus tidak hanya berorientasi pada sektor wisata, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, budaya, hingga kuliner lokal.
“Kami tidak hanya mengembangkan destinasi wisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif dan pemasaran agar manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait agenda pariwisata daerah, sejumlah event unggulan seperti Loksado Bamboo Rafting dan Triathlon masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, event Pasar Terapung dipastikan tetap dilaksanakan sebagai upaya menjaga pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung promosi wisata daerah.
Dengan strategi pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kreatif, dan dukungan status internasional Geopark Meratus, Kalimantan Selatan optimistis target pertumbuhan kunjungan wisatawan tahun 2026 dapat tercapai.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250




.jpg)








