- Karhutla Dekati Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
- BPKAD Kotabaru Gelar Sosialisasi Perda Tentang Pengelolaan BMD dan Bimtek E-BMD
- Pemprov Kalsel dan MUI Bersinergi, Dorong Penguatan Kerukunan Umat di Banua
- Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Agar Lebih Terarah
- Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana
- Indocement Tarjun Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Kemarau Extrim
- Wisata Hutan Mangrove Desa Langadai, Benteng Penjaga Abrasi
- Bupati Kotabaru Dorong Penguatan Sinyal dan Pembangunan BTS di Wilayah Blankspot
- Layanan Bercerita Anak Dispersip Kotabaru Hadir Di Pulau Laut Tengah
- Pemkab Kotabaru Launching Gebyar Panutan Pajak 2026
Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan

Keterangan Gambar : Dinas Pariwisata Kalsel Fokus Tingkatkan Kunjungan Wisatawan melalui Destinasi Unggulan
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sebesar lima persen pada tahun 2026. Target tersebut ditetapkan seiring tren positif peningkatan jumlah wisatawan dalam dua tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Penyaluran KUR di Kalsel Capai Rp1,81 Triliun, Sektor Pertanian Dominasi Penerima0
- Kinerja Fiskal Kalsel Tunjukkan Tren Positif, Belanja Modal Melonjak Hampir 194 Persen0
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady menyebutkan, pada periode 2024 hingga 2025 jumlah kunjungan wisatawan mengalami kenaikan sekitar lima hingga tujuh persen. Capaian tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata pada tahun 2026 ini.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar lima persen. Target ini disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang ada, termasuk efisiensi anggaran,” ujarnya, Jum’at (29/5/2026).
Dalam mencapai target tersebut, Dinas Pariwisata Kalsel terus memperkuat pengembangan sejumlah destinasi unggulan, seperti Loksado, Tahura Sultan Adam, Bukit Batu, dan Goa Batu Hapu. Selain wisata alam, wisata religi juga dinilai masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan ke Kalimantan Selatan.
Fenomena Haul Guru Sekumpul menjadi salah satu indikator tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Kalsel. Berdasarkan data Mobile Positioning Device (MPD), pelaksanaan haul terakhir dihadiri sekitar lima juta orang.
“Selain pengembangan destinasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga mengintegrasikan penguatan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan optimalisasi Geopark Meratus yang telah berstatus UNESCO Global Geopark (UGGp),” tambahnya.
Menurutnya, pengembangan Geopark Meratus tidak hanya berorientasi pada sektor wisata, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, budaya, hingga kuliner lokal.
“Kami tidak hanya mengembangkan destinasi wisata, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif dan pemasaran agar manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait agenda pariwisata daerah, sejumlah event unggulan seperti Loksado Bamboo Rafting dan Triathlon masih terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, event Pasar Terapung dipastikan tetap dilaksanakan sebagai upaya menjaga pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung promosi wisata daerah.
Dengan strategi pengembangan destinasi, penguatan ekonomi kreatif, dan dukungan status internasional Geopark Meratus, Kalimantan Selatan optimistis target pertumbuhan kunjungan wisatawan tahun 2026 dapat tercapai.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250











