- Menggagas Sahabat Jurnal Perempuan di Banjarmasin
- STIT Darul Ulum Kotabaru Gelar Wisuda Ke-28
- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
Gubernur Kalsel Canangkan TALA sebagai Sentra Jagung Kalsel, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Keterangan Gambar : Panen jagung Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Senin (29/6/2026),
Kalsel, Borneopos.com - Kabupaten Tanah Laut (TALA) resmi dicanangkan sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan. Pencanangan yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, di lahan panen jagung Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Senin (29/6/2026), menjadi tonggak baru dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Baca Lainnya :
- Tutup In House Training Pemadam I, Satpol PP dan Damkar Kalsel Dorong Aparatur Semakin Profesional0
- Dukcapil Kalsel Gandeng Amanah Borneo Park, Pemegang KIA Dapat Diskon Wahana hingga 50 Persen0
Gubernur Kalsel, H. Muhidin mengatakan, penetapan Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas penting, tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai bahan baku utama industri pakan ternak yang berperan besar dalam menjaga stabilitas sektor peternakan dan industri pangan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bangga bisa mencanangkan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan. Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Muhidin menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan jagung melalui optimalisasi lahan perkebunan, lahan tidur, hingga pola tumpang sari.
Menurutnya, lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif pun dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dengan penerapan teknologi yang tepat.
Ia mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polda Kalimantan Selatan dalam mengelola lahan dengan tingkat keasaman tinggi hingga dapat ditanami jagung secara optimal. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
“Kami mengajak seluruh bupati dan wali kota bersama-sama memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong agar bisa ditanami jagung. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, Polda, DPRD, dan Dinas Pertanian, kita optimistis produksi jagung Kalsel akan terus meningkat,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel juga menyiapkan empat unit alat pengering jagung (dryer) dan lima unit traktor yang akan dimanfaatkan kelompok tani di Kabupaten Tanah Laut untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan efisiensi pengolahan lahan.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, pengembangan sentra jagung telah dimulai sejak awal 2025 melalui berbagai pembenahan, mulai dari stabilisasi harga, peningkatan produksi, hingga penyusunan tabel refaksi jagung yang menjadi acuan penentuan harga berdasarkan kadar air.
Menurutnya, pada awal program harga jagung di tingkat petani hanya berkisar Rp1.800 hingga Rp2.000 per kilogram. Untuk meningkatkan semangat petani, Polda melalui Perskopol membeli hasil panen dengan harga Rp3.600 per kilogram sehingga memberikan kepastian harga yang lebih baik.
“Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Lambung Mangkurat menyusun tabel refaksi yang kini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia. Harapannya, petani mendapatkan harga yang lebih adil sesuai kualitas jagung yang dihasilkan,” ujarnya.
Rosyanto menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Polri, Bulog, akademisi, penyuluh pertanian, dunia usaha, dan petani menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi jagung di Kalimantan Selatan.
Selain memastikan ketersediaan alat pertanian, pihaknya juga telah menyiapkan sistem penyediaan benih, distribusi pupuk, hingga mekanisme pembelian hasil panen agar petani tidak mengalami kesulitan selama masa tanam maupun panen.
Ia optimistis pencanangan Tanah Laut sebagai sentra jagung akan menjadi model pengembangan bagi kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan sehingga mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(red/mcksl)


Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250













