- Atasi Kiris Air di Desa Bekambit Asri, PT SSC Bangunkan Sumur Bor untuk Warga
- Pemkab Kotabaru Gelar Malam Ramah Tamah Peringatan Hari Pramuka Ke-65 se Kalsel
- Kotabaru Krisis Air Bersih, Bupati Rusli Kunjungi PT STC Cari Solusi
- Syairi: Musda KNPI Kotabaru, Momentum Perkuat Sinergitas dengan Pemerintah Daerah
- Kadisparpora Hadiri Rapimpurda dan Musda KNPI Kotabaru 2026
- Perkuat Pondasi Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi, LK3 Banjarmasin Gelar Expo Religi Ke-11
- MUI Kalsel Gelar Dialog Mitigasi Bencana, Hadirkan Tokoh
- Opini | Tegas! KBB Keluarkan Tiga Rekomendasi Soal Demokrasi dan Kebangsaan
- Karhutla Kalsel, Gubernur Minta 300 Perusahaan di Banua Aktif Bantu Tangani Kebakaran
- Menhut dan Kepala BNPB Monitoring Karhutla di Kalsel, Lebih 23 ribu Hektar Lahan Terbakar
Dishut Kalsel dan Tenaga Ahli Gubernur Sinkronkan Strategi Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan

Keterangan Gambar : Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel gelar FGD bersama Tenaga Ahli Gubernur dan sejumlah perangkat daerah di Aula Rimbawan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (19/5/2026).
Kalsel, Borneopos.com - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Tenaga Ahli Gubernur dan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Rimbawan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (19/5).
Baca Lainnya :
- Pemkab Kotabaru Sambut Tim Penilai PK2D Provinsi Kal-Sel0
- Kalimantan Dikepung 9.853 Titik Panas Menjelang El Nino0
Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra.
FGD turut dihadiri Tenaga Ahli Gubernur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, serta sejumlah perangkat daerah terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Ariadi Noor menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan kehutanan dan lingkungan di Kalimantan Selatan. Menurutnya, isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengelolaan kawasan konservasi, hingga perdagangan karbon memerlukan kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Saya berharap hasil FGD ini dapat menjadi bahan rekomendasi strategis bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung visi pembangunan hijau dan berketahanan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, memaparkan sejumlah isu strategis kehutanan, di antaranya kesiapsiagaan dan langkah antisipasi karhutla, pengelolaan kawasan Taman Nasional Pegunungan Meratus, serta strategi perdagangan karbon sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dan Program Strategis Nasional (ProSN).
Ia juga menyampaikan berbagai program kehutanan yang telah dijalankan untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Selatan.
“Dinas Kehutanan terus memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan karhutla melalui koordinasi lintas sektor, patroli terpadu, serta peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan kebakaran,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Kehutanan juga terus mendorong penguatan program rehabilitasi hutan dan lahan serta pengembangan perdagangan karbon sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(Red/Mcksl)

Baca Lainnya :
- Laka Lantas Depan Kantor KPUD Kotabaru, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia0
- Kotabaru Miliki UMK Tertinggi Dari Empat Kabupaten Yang Ditetapkan Gubernur Kalsel Tahun 20250














